Rekomendasi Saham Pilihan 5 Februari 2026: Analisis Mendalam atas Sinyal ‘Buy on Weakness’ dan Spec-Buy di Tengah Sentimen Pasar yang Melemah

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 5 February 2026

Tanggapan Panjang dan Analisis Komprehensif

1. Latar Belakang Pasar pada 5 Februari 2026

  • IHSG melemah setelah penutupan positif pada 4 Feb (↑0,3 % menjadi 8.146,7).
  • Indeks Asia‑Pasifik secara mayoritas turun, dipicu oleh aksi jual saham teknologi di Wall Street dan tekanan pada pasar kripto.
  • Sentimen risk‑off menguat: investor cenderung beralih ke saham yang memiliki fundamental kuat atau berada pada level teknikal yang “oversold”.

Kondisi ini memberikan peluang bagi strategi “Buy on Weakness” (beli pada penurunan sementara) dan Spec‑Buy (beli pada zona support teknikal) yang dikeluarkan oleh beberapa sekuritas.


2. Ringkasan Rekomendasi Sekuritas

Sekuritas Saham Tipe Rekomendasi Zona Beli Target De‑Facto Stop‑Loss / Reversal
Mandiri Sekuritas BRIS, BBTN, INDY Buy Harga penutupan 2 500, 1 390, 3 400 2 370, 1 310, 3 320
BNI Sekuritas BBRI, TLKM, JPFA, MAPA, BRMS, PGEO Spec‑Buy (area) Rentang beli 3 900‑3 930, 3 400‑3 450, 2 640‑2 670, 720‑740, 1 060‑1 110, 1 140‑1 170 Cut‑loss masing‑masing (lihat tabel)
MNC Sekuritas ADRO, BRMS, TKIM, TOWR Buy on Weakness / Spec‑Buy 2 110‑2 150, 945‑990, 6 700‑6 800, 515‑525 2 310‑2 420, 1 095‑1 165, 7 175‑7 425, 560‑585 Stop‑loss masing‑masing (lihat tabel)

3. Analisis Teknikal & Fundamental Tiap Kelompok Saham

3.1 Mandiri Sekuritas – “Buy” Tradisional

  • BRIS (Briess): Harga penutupan 2 400, target 2 500 (+4,2 %). Support di 2 370 cukup kuat, namun perlu memperhatikan volume pada breakout 2 500. Jika terhambat MA20, risiko kembali ke 2 370.
  • BBTN (Bank Banten): Ada inkonsistensi pada data – target 1 390 lebih rendah daripada harga penutupan 1 640, yang berarti rekomendasi sebenarnya sell atau target “reversal”. Kemungkinan ini typo; bila target 1 790 (↑9 %) maka pola bullish lebih masuk akal. Investor harus mengecek ulang.
  • INDY (Indocement): Gap harga kecil (2 400 → 3 400). Support 3 320 kuat, resistance 3 400. Volume beli meningkat pada level 3 340‑3 350 dapat mengonfirmasi pola “ascending triangle”.

3.2 BNI Sekuritas – Spec‑Buy pada Zona Support

  • BBRI (Bank BRI): Area beli 3 830‑3 860 berada tepat di atas level pivot harian dan di belakang zona Gartley bullish. Jika harga menembus 3 860 dengan volume > 2 M, target 3 900‑3 930 menjadi realistis. Cut‑loss di 3 820 melindungi dari false breakout.
  • TLKM (Telkom): Rentang 3 250‑3 330 mencakup level EMA 20 dan Fibonacci retracement 61,8 % dari penurunan sebelumnya. Target 3 400‑3 450 menandakan potensi gap up pada sesi berikutnya bila data earnings positif.
  • JPFA (Jasa Marga): Zona 2 560‑2 600 berada pada level support historis (Q1‑2024). Volume beli perlu di atas rata‑rata 10‑hari untuk menghindari “dead cat bounce”.
  • MAPA (Mitra Adiperkasa): Area 690‑700 berada di dekat level MA50 yang kini menunjukkan divergen bullish. Target 720‑740 menandakan breakout dari range consolidation tiga bulan terakhir.
  • BRMS (Bumi Resources): Syarat “Buy if Break 1.000” menekankan pentingnya volatilitas. Bila harga menembus 1 000, pola “ascending flag” dapat mengarahkan ke target 1 060‑1 110.
  • PGEO (PGEO): Area 1 110‑1 120 berada tepat di atas level Fibonacci 50 % dari penurunan Januari‑2026. Target 1 140‑1 170 mengimplikasikan rally 2‑3 % di tengah sesi.

3.3 MNC Sekuritas – “Buy on Weakness” (BOW)

Strategi BOW memanfaatkan oversold teknikal (RSI <30, atau penurunan tajam di volume) yang biasanya diikuti rebound singkat.

  • ADRO (Adaro Energy): Harga 2 180, target 2 310‑2 420 (≈+6‑11 %). BOW pada 2 110‑2 150, tepat di bawah MA20 yang masih menahan penurunan. Kondisi fundamental (harga batubara stabil, permintaan Asia tetap tinggi) mendukung.
  • BRMS (lagi): BOW 945‑990, target 1 095‑1 165 (+12‑22 %). Volume beli kuat pada 30‑menit terakhir mengindikasikan short‑covering.
  • TKIM (Timah): BOW 6 700‑6 800, target 7 175‑7 425 (+7‑11 %). Logam mulia biasanya mendapat dukungan dari aliran modal “safe‑haven” pada minggu‑minggu awal tahun.
  • TOWR (Tower) : Spec‑Buy 515‑525, target 560‑585 (+8‑13 %). Pembalikan cepat pada level resistance 525‑530 diikuti penurunan volume menjanjikan short‑term bounce.

4. Penilaian Risiko & Manajemen Modal

Risiko Utama Penyebab Mitigasi
Volatilitas Makro Penurunan indeks AS, kekhawatiran inflasi, pasar kripto Pilih saham dengan fundamental defensif (utilitas, konsumen staples).
Fake Breakout Harga menembus level target tetapi kembali turun cepat Gunakan stop‑loss pada level support kuat (biasanya di bawah MA20 atau level Fibonacci).
Kesalahan Data (mis. BBTN) Typo atau data tidak terverifikasi Selalu cross‑check rekomendasi dengan chart real‑time dan laporan keuangan.
Liquidity Saham berkapitalisasi kecil (MAPA, TOWR) bisa bergerak tajam Pastikan order size tidak melebihi 2‑3 % dari volume harian.
Sentimen Pasar Negatif Risiko “risk‑off” berkelanjutan dapat menurunkan semua sektor Diversifikasi antara sektor defensif (perbankan, energi) dan siklus (infrastruktur).

5. Strategi Trading Praktis untuk Hari Ini (5 Feb 2026)

  1. Skala Masuk Bertahap (Scaling In)

    • Masuklah pada setengah posisi di zona beli terdekat (mis. BBRI 3 830) dengan stop‑loss tepat di bawah level support.
    • Jika harga bergerak ke arah target, tambahkan posisi tambahan pada retracement 38,2 % (mis. BBRI kembali ke 3 860).
  2. Gunakan Order Limit

    • Karena pasar volatile, hindari market order. Tempatkan limit order di zona beli yang disebutkan (mis. ADRO 2 120).
  3. Trailing Stop untuk Take‑Profit

    • Ketika harga melewati mid‑target (mis. ADRO 2 300), aktifkan trailing stop 1‑1,5 % untuk melindungi profit.
  4. Monitoring Berita Fundamental

    • Earnings atau press release penting (mis. laporan harga batu bara ADRO, kebijakan suku bunga BI) dapat mengubah arah. Sisipkan alert news pada platform trading.
  5. Diversifikasi

    • Pilih minimal 3‑4 saham dari tiga sekuritas yang berbeda agar tidak terpusat pada satu viewpoint. Contoh portofolio:
      • BNI: BBRI (bank), MAPA (consumer)
      • MNC: ADRO (energi) & TKIM (logam)
      • Mandiri: INDY (konstruksi)

6. Catatan Penting untuk Investor Ritel

  • Rasio Risk‑Reward: Pastikan setiap trade memiliki minimal 1,5:1 (contoh: target 5 % vs stop‑loss 3 %).
  • Margin & Leverage: Hindari penggunaan leverage > 2× untuk saham yang berada dalam zona spec‑buy karena volatilitas dapat memperbesar kerugian.
  • Jurnal Trading: Catat entry, alasan, target, stop‑loss, dan hasil akhir. Ini membantu meningkatkan disiplin dan mengevaluasi akurasi rekomendasi sekuritas.

7. Kesimpulan

  1. Sentimen pasar yang lemah membuka peluang bagi strategi “Buy on Weakness” dan “Spec‑Buy” di level support teknikal.
  2. Rekomendasi sekuritas mencakup gabungan saham defensif (ADRO, BBRI, TLKM) dan siklus (JPFA, MAPA) yang masing‑masing memiliki rasio risk‑reward menguntungkan bila dipasang pada zona beli yang tepat.
  3. Manajemen risiko—stop‑loss yang disiplin, ukuran posisi terkendali, dan diversifikasi—merupakan kunci untuk menavigasi volatilitas yang dipicu oleh aksi jual di pasar global.

Dengan mengikuti kerangka kerja di atas, trader dapat memanfaatkan penurunan sementara tanpa mengorbankan modal secara berlebihan, sekaligus menyiapkan pijakan untuk mengamankan keuntungan ketika pasar berbalik ke arah bullish dalam beberapa minggu ke depan.


Catatan akhir: Semua rekomendasi wajib diverifikasi kembali pada chart real‑time, data fundamental terkini, serta kondisi likuiditas pada hari perdagangan. Investasi saham tetap mengandung risiko; keputusan akhir berada di tangan investor.