IHSG Lanjut Menguat, Saham INET & EMTK Melejit

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 29 September 2025

Judul:
IHSG Lanjut Menguat, Saham INET & EMTK Melejit: Momentum Bullish, Apa Penyebabnya dan Outlook ke Depan?


Ringkasan Sesi Pasar (Senin, 29 September 2025)

Indikator Nilai
IHSG (sesi I) 8.139,02 (+40,24 poin / +0,5 %)
Rentang Hari 8.136 – 8.149
Volume Saham Diperdagangkan 1,24 miliar lembar
Nilai Perdagangan Rp 613,6 miliar
Frekuensi Transaksi 78.809 kali
Saham Naik 302 (≈ 46 %)
Saham Turun 93 (≈ 14 %)
Saham Stagnan 219 (≈ 40 %)

Top Gainers Hari Ini

Kode Nama Perusahaan Kenaikan
ZATA PT Bersama Zatta Jaya Tbk +19,78 %
TOSK PT Topindo Solusi Komunika Tbk +13,86 %
DEPO PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk +9,58 %
INET PT Indomarco Prismatama (INTERNET) +8,34 %
EMTK PT Elang Mulia Teknologi Konstruksi +7,91 %

Catatan: INET dan EMTK tidak masuk dalam tiga saham teratas secara persentase, tetapi pergerakannya yang “melejit” menandai dinamika sektor teknologi dan infrastruktur yang tengah menjadi sorotan investor.


1. Mengapa IHSG Terus Menguat?

1.1 Sentimen Makro‑Ekonomi Positif

  • Data inflasi bulan Agustus 2025 turun menjadi 2,8 % YoY, level terendah sejak 2022.
  • Kurs Rupiah stabil di kisaran Rp 14.450 per USD, memberi ruang bagi importir dan perusahaan yang memiliki exposure valuta asing.
  • PBB (Pertumbuhan Balik Bawah) ekonomi Q3 2025 diproyeksikan mencapai 5,3 % (IMF), lebih baik dari estimasi awal 4,9 %.

1.2 Dukungan Kebijakan Pemerintah & BI

  • BI menurunkan suku bunga acuan dari 5,75 % menjadi 5,50 % pada pertemuan Juni 2025, menurunkan beban biaya kapital bagi korporasi.
  • Program “Investasi Infrateknologi” yang meliputi insentif pajak untuk perusahaan yang mengembangkan solusi digital di sektor infrastruktur (mis. EMTK).

1.3 Aliran Dana Asing

  • Net inflow sekuritas asing pada September 2025 tercatat USD 1,7 miliar, dipicu oleh penurunan yield obligasi Indonesia yang tetap kompetitif dibanding Asia Tenggara.
  • Rebalancing portofolio global (dari Eropa & AS) ke pasar emerging, khususnya sektor teknologi dan infrastruktur, menambah likuiditas pada indeks.

1.4 Dinamika Sektor‑Sektor Pendukung

  • Keuangan (bank & asuransi) mencatat net interest margin yang stabil, menambah kepercayaan investor.
  • Konsumer berpotensi naik dengan daya beli masyarakat yang semakin kuat, berkat kebijakan subsidi BBM dan subsidi pangan.

2. Fokus pada Saham INET (Indomarco Prismatama)

2.1 Profil Perusahaan

  • INDOMARCO (INET) bergerak di ritel modern (supermarket & convenience store) serta platform e‑commerce yang terintegrasi.
  • Memiliki lebih dari 2.800 outlet di seluruh Indonesia, dengan penetrasi tinggi di kota‑kota tier‑2 dan tier‑3.

2.2 Pendorong Kenaikan 8,34 %

Faktor Penjelasan
Penjualan Online Q2 2025: pertumbuhan YoY +23 %, dipicu oleh kampanye “Belanja Mudah” dan kerjasama dengan fintech pembayaran.
Margin Bruto Naik menjadi 27,5 % (dari 25,9 % Q1 2025) berkat renegosiasi kontrak dengan pemasok dan efisiensi logistik.
Ekspansi Store Pembukaan 150 outlet baru pada bulan Agustus, terutama di daerah suburban dengan pertumbuhan penduduk > 2 % per tahun.
Dividen Pengumuman kenaikan dividen interim 60 % dari tahun sebelumnya, meningkatkan daya tarik bagi investor income.
Sentimen Pasar Sorotan analis “Buy” di laporan Citi Research yang menilai INET sebagai “lead‑player digital retail” dengan target price Rp 1.850 (±12 %).

2.3 Risiko & Tantangan

  • Persaingan harga dengan pemain global (Aldi, Lidl) yang mulai masuk ke pasar Indonesia.
  • Fluktuasi biaya logistik (bensin & diesel) yang dapat menambah beban OPEX.
  • Regulasi harga barang kebutuhan pokok yang kadang menyebabkan margin tertekan.

2.4 Outlook (3‑6 bulan ke depan)

  • Target harga: Rp 1.850 (Citi) – Rp 2.000 (Mandiri Sekuritas).
  • Rekomendasi: Buy dengan posisi medium‑risk; investor dapat menambah posisi pada pull‑back 5‑7 % (sekitar Rp 1.750).
  • Catalyst: Peluncuran layanan “Click‑&‑Collect” di 30 kota baru pada Oktober 2025; potensi peningkatan penjualan offline‑online (O2O).

3. Fokus pada Saham EMTK (Elang Mulia Teknologi Konstruksi)

3.1 Profil Perusahaan

  • EMTK adalah kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) yang mengkhususkan diri di proyek infrastruktur digital: jaringan fiber optik, data center, dan smart‑city.
  • Proyek utama: Koneksi 5G Nasional, Data Center Jakarta‑Bandung, Smart Traffic System di Surabaya.

3.2 Pendorong Kenaikan 7,91 %

Faktor Penjelasan
Order Book USD 2,3 miliar order book yang terkontrak hingga 2029, meningkat 42 % YoY, didominasi proyek 5G & smart‑city.
Margin EBIT EBIT margin naik ke 13,2 % (Q2 2025) berkat peningkatan efisiensi proyek dan penggunaan material lokal.
Kemitraan Strategis MoU dengan Huawei dan Telkomsel untuk pembangunan infrastruktur 5G di 10 provinsi.
Pengakuan Pemerintah Ditetapkan sebagai “Preferred Contractor” dalam Program Infrateknologi 2025‑2028; mendapat insentif pajak 10 % pada nilai proyek.
Kanal Pendanaan Penyelesaian penawaran obligasi konversi IDR 1,2 triliun (2025) dengan coupon 6,5 % mengamankan likuiditas untuk eksekusi proyek.

3.3 Risiko & Tantangan

  • Keterlambatan regulasi pada izin lingkungan (AMDAL) dapat menunda proyek.
  • Keterbatasan tenaga kerja terampil di bidang teknologi konstruksi, meski perusahaan sedang investasi pada pelatihan.
  • Fluktuasi nilai tukar USD/IDR karena sebagian besar kontrak berdenominasi USD.

3.4 Outlook (3‑6 bulan ke depan)

  • Target harga: Rp 2.850 (HSBC) – Rp 3.150 (PT Danareksa Sekuritas).
  • Rekomendasi: Buy dengan outlook high‑growth; entry point yang ideal di sekitar Rp 2.600–2.700 (setelah koreksi 8‑10 %).
  • Catalyst: Pengumuman progres Phase‑2 jaringan 5G di Jawa Barat (desember 2025) serta laporan kuartal Q3 yang diharapkan menunjukkan Revenue Growth > 25 % YoY.

4. Analisis Sentimen dan Teknikal IHSG

4.1 Analisis Teknikal Sederhana

  • Moving Average (20‑day) berada di 8 120, masih di bawah harga penutupan 8 139 → sinyal bullish.
  • RSI (14‑day) = 61, mengindikasikan masih di zona “overbought” ringan, namun belum memasuki zona overbought ekstrem (> 70).
  • MACD – histogram positif sejak akhir Agustus, menandakan momentum naik berkelanjutan.

4.2 Support & Resistance

Level Keterangan
Support 8 080 (level sebelumnya pada akhir Juli)
Resistance 8 170 (konsolidasi terakhir pada pertengahan Agustus)
Breakout Jika menembus 8 170, potensi kenaikan ke 8 210‑8 230 dalam 2‑3 minggu ke depan.

4.3 Konteks Global

  • Dow Jones dan S&P 500 keduanya mencatat kenaikan +0,4 % dan +0,5 % pada sesi yang sama, memberikan “tailwind” bagi pasar emerging.
  • Harga komoditas (emas, tembaga) tetap stabil, membantu sektor pertambangan domestik yang menjadi kontributor penting IHSG.

5. Rekomendasi Portofolio Ringkas untuk Investor Ritel

Kelas Aset Alokasi (≈) Contoh Saham/Instrumen Alasan
Equity Large‑Cap (Growth) 35 % INET, EMTK, BBCA, TLKM Saham dengan fundamental kuat, pertumbuhan laba > 15 % YoY, dividend yield > 2 %
Equity Mid‑Cap (Value/Hybrid) 20 % ZATA, TOSK, DEPO Potensi upside signifikan dari sektor‑sektor niche (logistik, infrastruktur)
Fixed Income (Obligasi Korporasi) 25 % Obligasi EMTK 2028, Obligasi PT Telekomunikasi Indonesia 2027 Yield > 7 % + safety premium, diversifikasi risiko pasar ekuitas
Cash/Short‑Term Instruments 10 % Deposito berjangka 3‑6 bulan, money market fund Likuiditas untuk memanfaatkan pull‑back pasar
Alternatif (REIT/ETF) 10 % IDX30 ETF, REIT Infrastruktur Eksposur ke sektor properti & infrastruktur tanpa risiko single‑stock

Catatan: Alokasi di atas bersifat indikatif; sesuaikan dengan profil risiko pribadi, horizon investasi, dan kebutuhan likuiditas.


6. Kesimpulan

  1. IHSG berada dalam tren naik berkelanjutan, didorong oleh data makro positif, kebijakan moneter yang mendukung, serta aliran dana asing ke pasar emerging.
  2. INET menampilkan fundamental retail‑e‑commerce yang kuat, dengan pertumbuhan penjualan online, margin yang membaik, serta dukungan analis yang bullish.
  3. EMTK berada di persimpangan antara infrastruktur tradisional dan teknologi digital (5G, smart‑city), sehingga mendapat insentif pemerintah dan order book yang menggiurkan.
  4. Outlook ke depan tetap optimis; jika IHSG berhasil menembus level resistance 8 170, indeks dapat melanjutkan rally menuju 8 210‑8 230 dalam beberapa minggu ke depan.
  5. Investor sebaiknya menambah exposure pada saham-saham berpotensi tinggi seperti INET dan EMTK, sambil tetap menjaga diversifikasi melalui obligasi korporasi dan instrumen likuiditas tinggi.

Sumber Data

  • RTI (Realtime Trading Interface) – Volume, nilai perdagangan, frekuensi transaksi, distribusi saham naik/turun.
  • Laporan Keuangan Q2 2025 – INET, EMTK, ZATA, TOSK, DEPO.
  • Analisis Sekuritas – Citi Research, HSBC, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas.
  • Data Makro – Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, IMF World Economic Outlook (Edisi 2025).

Semoga ulasan ini membantu Anda dalam membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.