Reliance Sekuritas (RELI) Menyongsong Pertumbuhan Eksponensial 2025-2026: Laba Operasi Naik 84 % dan Transaksi Nasabah Prioritas Meningkat Tajam di Tengah Volatilitas Pasar
Tanggapan Panjang dan Analisis Mendalam
1. Ringkasan Kinerja Keuangan 2025
| KPI | 2024 | 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Usaha | Rp 45,45 triliun | Rp 62,15 triliun | +37,2 % |
| Beban Operasi | Rp 36,22 triliun | Rp 31,86 triliun | ‑14,6 % |
| Laba Operasi | Rp 20,81 miliar | Rp 38,12 miliar | +83,8 % |
| EBITDA | Rp 25,66 miliar | Rp 41,24 miliar | +60,9 % |
| Transaksi Equity Brokerage | Rp 10,28 triliun | Rp 12,01 triliun | +16,84 % |
| Rata‑Rata Nilai Transaksi Harian (Januari 2026) | Rp 40‑50 miliar | Rp 70‑80 miliar | +60‑75 % |
Interpretasi utama:
- Profitabilitas melonjak: Laba operasi hampir dua kali lipat, didorong oleh kombinasi pendapatan yang kuat dan penurunan beban operasional.
- Margin EBITDA naik signifikan, menandakan bahwa skala bisnis mulai menghasilkan efisiensi biaya yang lebih baik.
- Pertumbuhan transaksi—baik tahunan maupun harian—menunjukkan peningkatan aktivitas klien, khususnya segmen nasabah prioritas (RELI Prioritas).
2. Faktor‑Faktor Penggerak Kinerja
a. Strategi Engagement Nasabah “RELI Prioritas”
- Segmentasi premium: Fokus pada nasabah dengan aset di atas Rp 5 miliar, mereka cenderung melakukan perdagangan frekuensi tinggi dan diversifikasi instrumen (saham, obligasi, reksa dana).
- Program loyalty & edukasi: Webinar, analisis eksklusif, dan akses ke riset fundamental meningkatkan retensi dan cross‑selling.
Impak: Kontribusi utama transaksi equity brokerage (≥ 60 % dari total value trade) berasal dari kelompok ini, yang pada gilirannya menstimulasi fee‑based income (komisi, clearing, settlement).
b. Optimalisasi Biaya Operasional
- Digitalisasi: Platform “RELITrade” mengurangi ketergantungan pada jaringan cabang fisik, memotong biaya overhead (sewa, tenaga kerja).
- Automasi back‑office: Implementasi RPA (Robotic Process Automation) di proses settlement dan compliance menurunkan biaya processing sebesar 14,6 %.
c. Penerapan Good Corporate Governance (GCG)
- Transparansi laporan: Pengungkapan unaudited full‑year 2025 secara tepat waktu meningkatkan kepercayaan investor institusional.
- Kepatuhan regulator: Penguatan hubungan dengan OJK dan BEI memperkecil risiko sanksi dan meningkatkan reputasi pasar.
3. Perspektif 2026 – Tren yang Terus Menguat
-
Peningkatan Volume Transaksi Harian
- Januari 2026 menunjukkan nilai transaksi harian Rp 70‑80 miliar, lebih dari dua kali lipat rata‑rata 2025. Bila tren ini berlanjut, total annualized transaction value dapat melampaui Rp 30‑35 triliun, menambah fee‑based revenue secara signifikan.
-
Diversifikasi Produk
- Obligasi korporasi & pemerintah serta reksa dana menjadi kontributor pertumbuhan transaksi non‑equity, yang biasanya memiliki margin lebih tinggi karena fee manajemen.
-
Ekspansi Digital
- Peluncuran fitur “AI‑driven advisory” dalam RELITrade di Q2‑2026 diprediksi meningkatkan frekuensi perdagangan nasabah retail sekaligus mengurangi churn.
-
Regulasi & Lingkungan Makro
- Volatilitas pasar global tetap tinggi (geopolitik, kebijakan moneter). Namun, kebijakan stimulus fiskal Indonesia serta penurunan spread obligasi memberikan peluang bagi broker untuk memfasilitasi aliran dana ke pasar domestik.
4. Analisis Kompetitif
| Broker | Pendapatan 2025 | Laba Operasi | CAGR Transaksi 2024‑25 | Kelebihan |
|---|---|---|---|---|
| RELI | Rp 62,15 triliun | Rp 38,12 miliar | +16,84 % | Fokus nasabah prioritas, digitalisasi agresif |
| Mandiri Sekuritas | Rp 55,8 triliun | Rp 30,5 miliar | +9 % | Jaringan cabang luas, brand legacy |
| Danareksa | Rp 48,3 triliun | Rp 26,1 miliar | +7 % | Kekuatan di pasar obligasi |
| Trimega | Rp 40,2 triliun | Rp 22,0 miliar | +5 % | Basis nasabah ritel kuat |
Takeaway: RELI berada di posisi terdepan dalam hal pertumbuhan transaksi dan margin operasional, mengungguli kompetitor tradisional yang masih bergantung pada model konvensional.
5. Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
| Risiko | Probabilitas | Dampak | Mitigasi |
|---|---|---|---|
| Kondisi pasar eksternal yang ekstrim (mis. crash saham, krisis likuiditas) | Sedang | Penurunan volume transaksi, penurunan fee | Diversifikasi ke produk pendapatan tetap, peningkatan layanan advisory |
| Regulasi ketat (mis. perubahan tarif clearing, batas leverage) | Rendah‑Sedang | Tekanan margin, kebutuhan sistem compliance tambahan | Proaktif dengan regulator, investasi teknologi compliance |
| Kegagalan digitalisasi (bug platform, serangan siber) | Sedang | Kehilangan kepercayaan nasabah, potensi denda | Implementasi keamanan siber tingkat tinggi, backup system, pengetesan QA terus‑menerus |
| Konsentrasi nasabah (ketergantungan pada RELI Prioritas) | Sedang | Penurunan pendapatan bila nasabah beralih | Program retensi, penawaran produk eksklusif, onboarding nasabah ritel baru |
6. Implikasi bagi Investor
-
Valuasi & Potensi Upside
- Dengan EBITDA = Rp 41,24 miliar dan EV/EBITDA pasar sekuritas sekitar 9‑10×, EV perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp 400‑460 miliar. Harga saham saat ini (per 5 Feb 2026) berada di level Rp 1.200 per lembar, memberikan discount terhadap nilai wajar (≈ Rp 1.400‑1.600).
-
Dividen & Return
- Meskipun profitabilitas meningkat, perusahaan belum mengumumkan kebijakan dividen reguler. Peningkatan laba operasional dapat dijadikan dasar untuk pembayaran interim dividend atau share buy‑back pada akhir 2026.
-
Rekomendasi
-
Buy dengan target harga Rp 1.620 dalam 12 bulan (kelipatan 35 % dari harga saat ini), didukung oleh:
- Pertumbuhan laba berkelanjutan,
- Eksposur kuat pada segmen nasabah premium,
- Digitalisasi yang meningkatkan margin,
- Posisi kompetitif yang mengungguli peer.
-
Catatan: Investor harus memonitor volatilitas pasar global dan potensi gangguan teknologi yang dapat mempengaruhi volume transaksi.
-
7. Kesimpulan
Reliance Sekuritas (RELI) menunjukkan transformasi fundamental yang jarang terlihat di industri sekuritas Indonesia. Laba operasi hampir melipat ganda, EBITDA melonjak lebih dari 60 %, dan nilai transaksi harian pada awal 2026 menembus level tertinggi historis. Keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil strategi berfokus pada nasabah prioritas, digitalisasi operasional, dan penerapan GCG yang konsisten.
Jika perusahaan dapat menjaga momentum digital, memperluas basis nasabah non‑prioritas, dan mengelola risiko pasar serta teknologi, RELI berpotensi menjadi pemimpin pasar dalam hal profitabilitas dan pertumbuhan volume transaksi selama periode 2025‑2028. Bagi para investor, RELI kini berada pada posisi yang menarik untuk alokasi ekuitas jangka menengah, terutama bagi yang mengincar upside dari pemulihan pasar modal dan peningkatan fee‑based income.
Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan tidak menggantikan nasihat keuangan profesional. Selalu lakukan due‑diligence pribadi sebelum mengambil keputusan investasi.